Mengenai Saya

Selasa, 26 Februari 2013

The Freedom of sky

Petang melintang langit menuju malam

Kedamaian adalah ketika kita merasa nyaman, merasa tentram dalam hati dan tenang dalam pikiran. Dan entah kedamaian saat mata ini dimanjakan oleh sebentang langit yang meyebar ke  penjuru negeri, Saat Fajar yang tenang, saat petang yang terang dan senja yang berhorizontal romantis menemani kegundahan ini. Merasakan sebuah sensasi yang memberikan efek relaksasi pikiran yang jenuh dan penat akan rutiniitas, akan kegiatan yang menyibukan dan segudang rasa malas yang terkmpul dalam sebuah kebosanan.



People through Street Under Sky

Fajar dengan kilas awan

Senja dan Kehidupan

purple, light and wet

light of lamp shine the street

Senin, 25 Februari 2013

Resensi Cerpen



                Identitas Cerpen              :
                Judul                                     : Bisa
                Pengarang                          : Yani Rismarwanti
                Penerbit                              : Majalah Teen ( PT VISI INDOMEDIA )
                Jumlah  halaman              : 3 halaman
                Tahun terbit                       : Juli 2011

               
Lima remaja yang tergabung dalam sebuah band yang beranggotakan Andre, Boni, Hendra, Rio dan Resti mempunyai mimpi  yang sama untuk menggapai kesuksesan di ranah hiburan, akan tetapi kekompakkan mereka seakan pupus akibat salah satu anggotanya Andre kerap kali membatalkan latihan band mereka secara mendadak. Andre yang notabene seorang publik figure yang terkenal disibukkan oleh jadwal syuting padat sehingga  ia sering denagn seenaknya membatalkan jadwal latihan semaunya.
Lantas, kelakuan Andre membuat keempat anggotanya geram sehingga salah satu anggota band tersebut mengusulkan untuk berlatih dan mewujudkan mimpi tanpa Andre. Kemudian yang lainpun setuju dengan usulan tersebut dan akhirnya mereka jalan tanpa Andre.
Saat mereka sedang latihan dan berpikir untuk memberikan nama band tersebut tanpa sadar andre tiba-tiba datang dan mengajak mereka untuk berlatih. Akan tetapi, salah satu dari mereka  mencoba  mengatakan kepada andre kalau Andre bukan anggota band mereka lagi. Kentara Andre pun marah, membual dan menyombongkan diri kalau bahwasanya band tersebut tidak akan sukses dan berhasil tanpa ada domplengan nama darinya.
Terjadilah perang mulut diantara mereka. Salah satu dari mereka pun berusaha melerai dan menyuruh andre untuk segera pergi, dan akhirnya Andre pun pergi dengan tampang sombongnya. Dan setelah andre pergi salah satu anggota dari mereka mencetuskan untuk menamakan band mereka dengan nama ‘BISA’ lantas semua setuju. Akhirnya, ‘BISA’ pun bangkit , mereka latihan bersama, mengikuti kompetisi bersama  meskipun kerap kegagalan menghadang mereka tapi mematahkan semangat mereka. Sehingga pada waktunya mereka bisa menuai kesuksesan.
Sekilas ringkasan cerpen karya Yani Rismarwati yang mengusung tema proses pencapaian mimpi. Cerpen yang  kebanyakan memuat bahasa slang atau bahasa ‘gaul’ ini memuat tema remaja  yang bersifat teenlit dan memang ditunjukan untuk kalangan ABG sehingga bahasa yang digunakan menyesuaikan kondisi  pergaulan remaja  sekarang, lantas  materi yang terkandung didalamnya pun tidak terlalu berat, mudah dicerna dan maknanya dengan mudah dapat tersampaikan secara jelas kepada pembaca.
Akan tetapi, cerita yang ditulis Yani Rismarwanti ini terkesan datar sehingga nampak kemonotonan cerita yang mudah ditebak. Kurangnya  pendeskripsian pun menjadi titik lemah cerpen tersebut ditambah latar atau settingan  yang kurang jelas makin membuat cerpen tersebut benar benar datar.
Tetapi yang menarik adalah maksud penulis akan makna yang diusung  tentang pencapaian mimpi, sikap pantang menyerah, mau berusaha dan  keberanian untuk mencoba suatu hal patut dijadikan inspirasi untuk kalangan remaja dalam menggapai mimpi-mimpi mereka, karena mimpi mengalahkan semua keterbatasan. Dan apabila kita telah berusaha tetapi menemukan kendala dalam proses menuju puncak mimpi, sikap pantang menyerah seperti karakter Boni, Hendra, Rio dan Resti ini patut dicontoh dan sikap siap sedia akan resiko yang terjadi pun haruslah mendukung agar resiko  dapat diminimalisir.




                                                                                                                Habsi Hassabah


RESOLUSI 2013 UNTUK SEMANGAT GENERASI MUDA INDONESIA


Bung karno pernah berkata, “ Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah. Tetapi perjuanganmu akan lebih sulit melawan bangsamu sendiri”. Seuntai kalimat di masa lalu menjadi fakta di masa kini. Sebuah ungkapan yang dapat diakui keabsahannya di masa sekarang. Tahun ular air membuka harapan bagi para penjemput mimpi, bagi para pemuda penerus bangsa, bagi para remaja yang berekspektasi.
            Pemuda adalah mereka yang berusia antara 10-24 tahun, mereka generasi penerus bangsa yang akan mewarisi negeri ini, mereka yang mempunyai jutaan mimpi, dan di wajah merekalah terbentang harapan Indonesia.
            Berbicara tentang harapan Indonesia, tentang harapan negeri ini. Tentang negeri yang hampir kehilangan identitas ini. Negeri kita, Negara  Indonesia dengan kekayaan yang melimpah, kekayaan akan budaya, kekayaan akan warisan leluhur, hampir kehilangan identitas bangsa akan budaya, tradisi, bahasa daerah, bahkan bahasa nasional yang mepersatukan warga Negara Indonesia dari sabang sampai merauke ini hampir hilang karena keterpurukan zaman. Dan siapa yang patut disalahkan atas kepiluan ini? Tentunya yang paling mutlak disalahkan dalam kasus ini adalah Era Globalisasi. Era tanpa sekat, fenomena multidimensi dimana kemajuan teknologi dan akulturasi budaya barat menyerang bangsa sedemikian rupa. Mengepung bangsa tanpa ampun dimana  generasi penerus bangsa telah terjangkit akan virus multiteknologi yang semakin memodernisasi. Terjebur dalam kubangan dampak teknologi.
            Seperti kita tahu,salah satu aspek paling berpengaruh akan dampak teknologi adalah bahasa. Fenomena bahasa gaul telah menjangkit keseluruh negeri terutama para remaja. Keberadaan bahasa Indonesia yang tidak terencana, tidak terpola dengan baik, apa saja bisa masuk. Baik pada percakapan maupun pada deskripsi bahasa yang dipakai adalah bahasa gaul, bahasa prokem, bahasa slang, bahasa alay yang kadang hanya dimengerti oleh anak remaja. Bagaimana tidak? Lihatlah tayangan televisi setiap harinya, contohnya saja sinetron, awalnya hanya sebagai media hiburan semata akan tetapi semuanya  beralih fungsi sebagai upaya penaikan rating tanpa ada upaya mendidik dan bernilai edukasi. Kadang tayangan televisi menghadirkan tontonan yang tidak layak tonton, hanya mementingkan rating semata. Itulah potret negeri dimana modal lebih berbicara daripada moral.
            Dan disinilah identitas bangsa akan bahasa hilang, padahal Negara tetangga contoh saja  india sangat iri dengan bahasa Indonesia yang dapat mempersatukan jutaan rakyat Indonesia. Sungguh ironis memang tapi nyatanya  demikian tidak ada yang dapat membendung arus globalisasi saat ini, yang diperlukan adalah kesadaran akan nasionalisme masyarakat terutama remaja akan bahasa Indonesia.
                        Lalu apa kabar dengan moral bangsa? Moral pemuda? Dan moral para petinggi negeri? Sungguh tragis melihat setiap harinya berita yang tertulis di media cetak akan tawuran remaja, warga, kasus pernikahan siri dan perceraian bahkan kasus korupsi yang melanda negeri sejak zaman reformasi. Inilah bukti bahwa ucapan yang diungkapkan Bung Karno dibenarkan.
            Dan bagaimana akan harapan, ekspektasi, akan resolusi untuk negeri ini? Untuk semangat para generasi muda, generasi penerus bangsa?
              Kecintaan akan bahasa dapat tumbuh melalui sastra dan caranya adalah dengan meningkatkan budaya gemar membaca sehingga tumbuh keinginan untuk membuat sebuah prosa menjadi karya sastra yang dapat mengembalikan identitas bangsa. Karena budaya gemar membaca dapat membangkitkan motivasi, menggugah perasaan dan juga melatih otak kanan untuk berusaha menyimpulkan, karena imajinasi manusia berkembang saat membaca.
            Dan tahukah bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan? Karena pengetahuan  menciptakan masalah tetapi pengetahuan pulalah yang menyelesaikannya.untuk itu budaya gemar membaca ini akan sangat penting untuk mengembalikan identitas bangsa yang hampir hilang. Dan tidak hanya itu kemajuan teknologi yang merupakan pengaruh besar akan sangat membantu apabila teknologi yang ada dapat diimbangi  pula oleh perkembangan kecerdasan manusia bukan dalam hal intelegent saja, tetapi harus diimbangi oleh kecerdasan spiritual agar penggunaan  teknologi ini tidak secara berlebih dan masih memperhatikan nilai norma dan moral yang berlaku. Dan tidak hanya itu pula harapan remaja terhadap teknologi. Mereka juga berharap teknologi itu tidak menggeser nilai budaya tradisional dan tidak membuat merosotnya nasionalisme kaum remaja karena di era ini kadang remaja malu akan budaya sendiri. Mereka lebih condong ke budaya yang western alias kebarat-baratan. Mereka tercebur ke dalam euforia budaya yang mengagung agungkan kemutakhiran dan modernisasi.
Dan jangan tanyakan apa yang bisa negara berikan padamu tetapi tanyakanlah apa yang bisa kamu berikan pada negara, karena hari yang akan datang bagi tanah air dan bangsa terletak pada hari sekarang dan hari sekarang itu adalah anda, pemuda pemudi.


Disadur dari: blog sahabatku Lulu Zuhriyah http://lulusangmutiara.blogspot.com

Sabtu, 05 Januari 2013

THANK YOU 2012, WELCOME 2013 ( HABSI HASSABAH)



Determinasi menuju maturitas

                Meski harus kehilangan dunia yang sekarang, meski harus membuang kehidupanku yang nyaman asalkan dapat mengejar apa yang aku inginkan, meskipun tahu betapa berat kehilangan sesuatu tapi aku tetap menginginkannya, itulah keteguhan yang sebenarnya. Keteguan hati , tekad hati dalam sebuah perjalanan panjang menuju maturitas, esensi keinginan menjadi sebuah ambisi yang mengobsesi semuanya terealisai dengan sedikit pilu yang harus kutemui. 365 hari telah aku lalui dalam tahun naga air, tahun kemajuan zaman dimana semua bergerak menuju sebuah era cosmopolitan yang mengarah pada hedonisme dan persaingan secara global. Dunia tanpa sekat, dunia yang bergerak maju pada modernisasi  zaman, fenomena multidimensi dimana engkau akan berjalan sendiri dengan ribuan harapan yang engkau pikul dalam pundakmu. Akan tetapi, tak akan ada yang bisa menggoyahkan tekad kuatmu, ambisi besarmu adalah  sebuah mimpi yang engkau agungkan dan terpatri dalam diri. Karena mimpi akan mengalahkan semua keterbatasan itu .itupun yang terjadi padaku. Dimana aku telah menggantungkan mimpi setinggi nirwana dan aku harus menaiki beberapa undakan anak tangga untuk mencapai mimpi itu dan setidaknya  2012 merupakan undakan awal untuk mencapai posisi aman.
                Habsi Hassabah namaku,  dengan arti pengantar cepat. Tapi aku tak secepat arti namaku, karena aku ingin menikmati sebuah proses dimana aku akan lebih memahami arti pencapaian dari alur yang telah aku lalui itu, aku tidak menginginkan mimpi laksana teori tutup botol soda, yang apabila kau kocok tutup Itu akan lebih mudah  terbuka dan akan meloncat tinggi ke atas tetapi akan jatuh lagi terpuruk kebawah. Aku tidak ingin sukses secepat dan sesingkat itu, semuanya harus berjalan step by step dan tidak melulu ’ ujug-ujug ‘ sebab ada teori yang mengatakan bahwa semakin cepat kau menang  maka semakin cepat  kau kalah. Seperti itulah apa yang aku maksud.
                Hei kau 2012!, tahun kebanggaanku, tahun perjuanganku terimakasih kau telah menemani langkah-langkah besarku, terima kasih kau telah menjadi start dalam pencapaian mimpiku. Mimpi besarku untuk menyusul kesuksesan Agatha Christie, mimpi besarku untuk menyaingi  J.K Rowlling , meskipun semuanya belum terwujud tapi tahun 2012 merupakan langkah awal menuju posisi aman. Dan posisi aman sebagai langkah besarku  adalah menambah ilmu pengetahuan dan wawasanku  dan aku wujudkan semua itu dengan menikmati bangku kuliah. Yah, aku tercatat sebagai seorang mahasiswa jurusan sastra inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Pertiwi. Di sebuah kampus kecil berisi orang-orang dengan sejuta mimpi  dan tekad untuk merengkuh takdir dengan passion yang ada dalam diri mereka. Lantas, apa perjuanganku  untuk menikmati bangku kuliah semudah dengan apa yang kalian pikirkan? Troll! Kalian salah besar! Aku bukan seorang yang berasal dari kalangan mampu, aku hanyalah seorang yang berasal dari keluarga ekonomi bawah dimana menikmati bangku kuliah mungkin hanyalah imajinasi belaka. Tapi aku bisa mewujudkan itu semua. Sebelum  akhirnya aku bisa menikmati menjadi seorang mahasiswa, aku harus menunggu selama setahun untuk mengumpulkan pundi-pundi tabunganku untuk bisa berkuliah dan selama setahun itu aku berusaha mencari uang sendiri. Aku terdaftar sebagai pekerja di sebuah perusahaan  brand  sepeda motor  terkenal  sebagai Quality Control.  Dulu setelah lulus dari Sekolah Menengah Kujuruan tahun 2011, aku langsung diterima sebagai pegawai di perusahaan tersebut. Sempat ingin berkuliah setelah lulus sekolah, akan tetapi takdir harus merenggut mimpi itu, kondisi ekonomi keluargalah masalah terbesarku. Sempat juga untuk mencari beberapa beasiwa agar aku bisa berkuliah. Tetapi itu semua tidak segampang  dengan  apa yang dipikirkan.  Dimulai dari mengikuti SNMPTN Undangan, basic aku sebagai murid dari jurusan tekhnik harus mengagalkan mimpi itu karena ketidak sinkronan jurusan yang aku pilih, yaitu sastra inggris atau ilmu komunikasi karena notabene, tekhnik bukanlah passionku, padahal  aku termasuk sebagai siswa berprestasi di sekolahku tersebut.
                Akhirnya tibalah dimana ada tes SNMPTN tertulis untuk masuk ke kampus impianku. Tapi tes tersebut tinggalah cerita. Aku adalah seorang yang egois tanpa memikirkan perasaan orangtuaku. Aku terlalu berambisi untuk kuliah tanpa memikirkan kondisi ekonomi keluargaku. Kalaupun aku mendapatkan beasiswa tersebut, tetap saja orangtuaku harus tetap menafkahiku meskipun beasiswa yang aku terima benar-benar full dengan biaya hidupnya. Karena orang tua mana yang akan menelantarkan anaknya hanya dengan beasiswa saja?  Akhirnya akupun paham semua itu, dan memutuskan untuk bekerja saja, hingga terbesit di dalam pikiranku untuk bekerja sambil kuliah dan akhirnya aku bisa mewujudkannya, setelah menunggu selama setahun, di tahun 2012 mimpi itu terealisasikan. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.  Aku tidak hanya membantu ekonomi  orangtuaku, tetapi aku bisa membiayai biaya kuliahku dengan keringatku sendiri. Ya, sekali tepuk dua lalat. Dan menurutku ini lebih hebat dari penerima beasiswa berprestasi manapun dan aku bangga pada diriku sendiri, dan orangtuaku pun bangga pada diriku.
                Dan hei kau 2013, aku harap kau bisa lebih bersahabat dibandingkan saudaramu sebelumnya, dimana kau bisa mengiringi hari hariku dengan indah, penuh makna dan sarat akan kejutan kejutan yang tak terduga. Dan aku harap mimpi besarku ini dapat terwujud dan semoga gagasmedia bisa membantu mewujudkan itu J.  Dan yang terpenting adalah semoga di tahun 2013 aku tetap bisa bersemangat, tetap bisa memotivasi diri untuk pantang menyerah sebagai wujud determinasi dan keteguhan hati ini, sehingga perjalanan menuju maturitas ini, aku bisa lebih menghargai hidup, karena hidup sangat berharga, bukan berharga karena banyak  uang, bukan berharga karena hidup yang panjang akan tetapi berharga karena menghargai kehidupan diriku sendiri tetapi juga kehidupan orang lain.




Minggu, 09 Desember 2012

EVERLASTING FRIENDS

ini pas jalan nemu orang korea...
Dunia itu terus tersambung tanpa pernah putus dan semuanya terhubung menjadi sebuah lingkar ikatan yang di sebut persaudaraan..

Persahabatan, memang tidak pernah dipelajari di sekolahan. tapi makna nya lebih dari ikatan sebuah pertemanan tetapi lebih dari teman. SAHABAT.

Selama perjalan menuju maturitas ini esensinya saya telah mengalami persahabatan yang luar biasa.
dan saya pernah merasakan dan mungkin bisa membedakan yang mana fake friend dan real friend.
dan selama perjalanan menuju maturitas ini saya telah mengenal banyak orang salah satunya adalah mereka. di kampus kecil yang hangat dan menggelora ini saya nemuin sahabat sahabat yang benar benar sahabat. sebelumnya, pada saat STM, Saya bertemu sahabat sahabat sejati dan merasakan kebahagiaan bersama mereka. kita menyulam mimpi bersama, mengejar mimpi bersama saling rangkul merangkul agar segalanya nampak lebih indah. dan apabila kau menganggap mereka seorang sahabat maka kau tak akan pernah merasa jauh berjalan kerumahnya.
ini pas lagi karoke...










ini my everlasting friends. BFF

 
   
          




bff, best friend forever...

Rabu, 04 Mei 2011

Pegolahan sampah

GUNAKAN ULANG DAN DAUR ULANG

“Buanglah sampah dengan tempatnya,”. Mungkin anggapan tersebut kini bukan sekedar lelucon semata. Akan tetapi, anggapan tersebut telah menjadi teori dari praktek masyarakat yang egois dan tidak mau membuang sampah pada tempatnya. Mereka membuang sampah dengan tempatnya bukan buang sampah pada tempatnya. Dimana rasa kepedulian masyarakat tentang arti pentingnya menjaga lingkungan. Mereka seolah telah lupa dengan bahaya membuang sampah sembarangan. Mereka tidak mengindahkan peringatan akan membuang sampah pada tempatnya. Padahal akibat membuang sampah sembarangan telah terbukti jelas dengan adanya musibah yang telah melanda ibukota ataupun daerah yang terkena banjir maupun longsor. Mereka yang egois sepertinya telah menutup mata dan telinganya rapat-rapat seolah tidak tahu-menahu akan musibah yang melanda . Mereka yang di selimuti keegoisan hanya bisa menyalahkan pemerintah ataupun masyarakat lainnya yang peduli akan bahaya dari membuang sampah sembarangan. Padahal telah banyak reklame ataupun poster yang terpasang di setiap jalan yang menyebutkan untuk menjaga lingkungan. Tapi tetap saja masyarakat melihat secara parsial poster dan reklame tersebut. Ironisnya hanya sedikit sekali masyarakat yang tanggap akan Intruksi itu.

Sampah merupakan buangan atau material sisa dari kegiatan manusia . Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. untuk mencegah sampah cair adalah pabrik pabrik tidak membuang limbah sembarangan misalnya membuang ke selokan. Karena akan menimbulkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

"Jakarta merupakan salah satu kota yang memimpin dalam program C40,”. C40 Yaitu suatu program yang dicanangkan pemerintah dunia guna mengurangi sampah dan emisi yang berlebih, seperti yayasan Clinton yang membantu Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mengurangi emisi karbondioksida dengan menyediakan bantuan teknis dan perencanaan program termasuk dalam lingkup bisnis. Dalam hal pengelolaan sampah, program daur ulang sampah dan pemanfaatan energi dari sampah untuk listrik.

Yayasan Clinton membantu mendaur ulang sampah dengan memisahkan sampah plastik dan metal. Sedangkaan sampah biologis yang akan dimasukkan ke `landfill`, akan diolah untuk diambil gas metan yang dihasilkan untuk digunakan sebagai listrik. Sistem pengolahan sampah tersebut, diharapkan dapat mengolah 200-300 ribu ton sampah per tahun.

Banyak solusi yang dapat kita lakukan untuk mengatasi dan mengurangi pembuangan sampah atau limbah yang dapat merusak lingkungan. Salah satunya adalah dengan menggunakan sesuatu sampai sesuatu itu tidak bisa digunakan lagi frasa yang berarti menggunakan sesuatu tidak cukup hanya sampai kita tidak bisa memanfaatkan sesuatu itu lagi, tetapi sampai sesuatu itu tidak bermanfaat lagi bagi kita dan itupun masih bisa kita daur ulang sebagai solusi akhirnya.

Alternatif berikutnya adalah gunakan ulang, artinya tidak langsung membuang barang yang telah terpakai tetapi menggunakan barang itu kembali. Di samping menghemat uang dengan menggunakan barang yang tidak terpakai kita telah berusaha mencegah pembuangan sampah dan limbah yang berlebih. Cara lain yaitu dengan membeli barang yang dapat digunakan ulang seperti botol minuman, yang dapat digunakan berulang-ulang kali sebagi pencegahan pembelian minuman dalam botol, gelas ataupun kemasan yang pada akhirnya akan menjadi sampah dan pasti akan dibuang. Oleh karena itu gunakan ulang barang yang masih bisa di pakai atau apabila sudah tidak disukai sebaiknya berikan kepada orang lain. Selain kita telah berpartisipasi aktif menjaga lingkungan, kita juga telah mendapatkan pahala dari Tuhan dengan memberikan barang yang sudah tidak terpakai (Bukan berarti tidak berguna) kepada orang yang tidak mampu, misalnya korban bencana alam sehingga kita telah beramal dengan barang yang kita berikan.

Contoh lainnya adalah gunakan tas yang dapat di bawa dan di pakai ulang. Bawalah sendiri tas belanja, dengan demikian dapat mengurangi jumlah tas plastik/ kresek yang di perlukan belakangan ini. Lalu gunakan ulang perabotan rumah anda. Go rechargeable, gunakan peralatan dengan baterai yang bisa di isi ulang. Gunakan Lithium-ion (li-ion) dan nikel metal hydride untuk mengurangi sampah logam karena sampah berwujud logam sulit diuraikan oleh organisme

Setelah menggunakan ulang, cara lainnya adalah daur ulang. Yaitu suatu proses pengolahan sampah ataupun barang bekas dengan merubahnya menjadi barang yang dapat di pakai ulang dan digunakan dalam kegiatan manusia. Sedangkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia, daur ulang adalah untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampahyang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lingkungan , dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk / material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga adalam proses hierarki sampah 3 R (Reuse, Reduce, and Recycle). Sehingga selain melatih kekreatifan manusia, dengan mendaur ulang kita telah berpartisipasi dalam mencegah lingkungan dari bahaya akan sampah yang apabila dibuang dan tidak diolah, maka akan menumpuk dan menggunung sehingga akan menimbulkan bahaya penyakit, bau busuk, longsor maupun banjir. Sebab itu kita sebagai penghuni bumi harus mencegahnya dengan mendaur ulang sampah menjadi barang yang kreatif bahkan inovatif dan memiliki nilai jual. Bahayanya sampah di zaman ini terbuat dari bahan polimer yang sulit diuraikan. Kalupun dapat di uraikan akan membutukan waktu beratus ratus tahun untuk menguraikan sampah tersebut. Oleh karena itu kita sebagai manusia jangan bertindak egois untuk lingkungan. Sebisa mungkin kitra harus berusaha menjaganya dari bahaya yang mengerikan seperti pemanasan global, yang saat ini sedang hangat di perbincangkan para ilmuwan, surat kabar maupun lainnya yang berdampak bahaya bagi kelangsungan hidup jutaan manusia.

Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukan apabila proses daur ulang diterapkan sampai ke level Negara bagian (California), maka energi yang di hemat cukup untuk memberikan suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setara dengan 3,8 juta mobil.

Daur ulang memberi pengaruh yang sangat besar bagi lingkungan. Di samping mencegah banjir, longsor, maupun pemanasan global, daur ulang memberikan banyak manfaat bagi perekonomian masyarakat. Contohnya saja pengolahan atau pendaur ulangan sampah menjadi ornamen ataupun barang yang memiliki nilai jual . Sehingga menggugah jiwa kewirausahaan, dengan membuka usaha dari pendaur ulangan sampah atau barang bekas. Masyarakat akhir-akhir ini aktif dan mulai sadar dengan timbulnya rasa peduli terhadap lingkungan. Mereka mulai membuang sampah pada tempatnya dengan memisahkan sampah organik, non organik dan B3.

Contoh daur ulang adalah bubur kertas, yaitu pendaur ulangan kertas bekas yang didaur menjadi kertas kembali ataupun ornamen seperti asbak, tempat tisu, kontak pensil dan lain-lain. Daur ulang kertas menjadi bubur kertas telah disosialisasikan kepada masyarakat, melalui media pembelajaran di sekolah-sekolah dengan memperkenalkannya kepada siswa sehingga mereka dapat turut berpartisipasi untuk mengolah dan mendaur ulang kertas. Bahkan pemerintahpun telah memberikan intruksi kepada masyarakat agar dapat mempraktekan pembuatan daur ulang kertas, karena sangat amat besar manfaatnya.

Daur ulang alumunium, plastik, dan kertas, akan lebih baik lagi jika bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat 1 kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.

Renungkanlah! Gunakan ulang dan daur ulang dapat memberikan banyak manfaat dan keuntungan bagi masyarakat. Maka janganlah kita bersikap egois dan hanya mementingkan kepentingan pribadi, karena sikap tersebut akan memberikan kerugian bagi diri sendiri maupun banyak pihak. Oleh karena itu, benahilah diri anda untuk menjadi pribadi yang dapat mencintai lingkungan mulai sekarang!