Mengenai Saya

Senin, 29 September 2014

Cerita part 1

Jomblo yah aku jomblo
Jones, nggak juga sih yah, gk ngenes... happy happy ajaaaa...
Ngenes dari mana nya coba? Kesepian? Emang sih gue sangat kesepian... tapi kesepian itu hilang dengan rutinitas yang padat.
Pekerjaan, kuliah dan tugasnya, ditambah lagi overtime,  semuanya membuat gue mungkin tampak ngenes ��.
Tapi memang sejujurnya gue kesepian butuh teman, disini, di kostn ini, gue nggak punya temen. Satu persatu temen gue hilang. Hilang dari kostn satu persatu, hmm tinggalah gue sendiri. Sifat gue yang mungkin introvert membuat gue susah bergaul. Mungkin diibaratkan kaya katak dalam tempurung.
Entah kenapa susah buat gue untuk bertegur sapa dengan orang, sebenarnya ada ketakutan sendiri dalam diri gue. Yah mungkin trauma. Masa kecil pun gue susah bergaul dengan teman sebaya. Dengan cowok cowok misalnya gue bener bener minder. Ada satu hal dalam diri gue yang ngebuat gue susah bergaul dengan anak anak cowok. Jatuhnya malah gue lebih suka bergaul dengan anak anak perempuan. Gue merasa 'aman' bergaul bersama anak anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki. Sebab gue pernah mengalami bullying semasa kanak dulu. Tidak secara  fisik. Meskipun cuma melalui perkataan. Yah sifat gue yang rada kemayu ngebuat anak anak lain memanggil gue dengan sebuatan " ih kamu mah ky cewek" "banci" "bencong" dan rasanya itu bener bener sakit. Gue jadi minder untuk bergaul. Alhasil anak anak laki laki agak sulit menerima gue. Bgtu pun gue sulit untuk bergaul bersama mereka. Lalu gue pun lebih suka bergaul dengan anak anak perempuan. Karena mereka itu mengerti. Gue merasa nyaman dan aman.  There is no oral bullying that makes ma heart feels pain inside.
Dan inilah faktor dimana gue malah semakin kemayu. Dari cara bicara, tingkah mungkin mirip dengan anak perempuan. Gue pernah berusaha untuk merubahnya untuk menghilangkan hinaan hinaan yang datang dari mulut mulut kotor mereka yang memanggil gue dengan sebutan banci, alay, maho dan apapun itu. Gue ingin merubahnya.
Untuk menunjukan kenormalan gue. Yah gue mau nunjukin kepada mereka gue ini normal. Gue ini suka sama perempuan dan ingin bersanding dengan mereka.
Gue bukan maho, banci atau apapun itu.
Dan hinaan hinaan itu sebenarnya ngebuat gue sakit hati. Benar benar ngebuat gue sakit. Gue nggak pernah sesakit hati itu. Oral bullying inilah yang ngebuat gue benar benar minder.
Ada kalanya gue bener bener merasa ingin ada sosok wanita yang hadir mengisi hari hari gue dengan semua perhatiannya. Gue ingin seperti anak laki laki lainnya yang punya "pacar".
Tapi, mungkin agak sulit untuk para perempuan menerima gue. Menerima sifat gue apa adanya. Secara logika pun mana ada anak perempuan yang mau pacaran dengan cowok yang kemayu? Mereka pasti menganggap, bagaimana bisa melindungi diri mereka kalau pacar mereka pun tidak gentle alias butuh perlindungan juga. Mana ada perempuan yang mau dengan cowok yang tidak gentle, cool atau apapun itu. Mereka pasti malu punya pacar seperti itu. Yah tapi gue tetep berusaha sih. Jodoh pasti bertemu.
Dan ini nih yang ngebuat gue jadi rada susah buat ngatain perasaan. Gue berpikir nggak pantas gue buat dia. Wanita yang mungkin kurang beruntung bisa menerima gue apa adanya. Minder lah gue. Mereka bisa mendapatkan yang lebih baik dari gue. Gue nggak pantas untuk mereka. Siapa gue? Dari sinilah gue belajar untuk lebih tawakal dan berserah diri kepada Allah. Mungkin cinta sejatinya hanya untuk Allah. Allah yang menerima gue apa adanya. Menerima gue dengan lapang tanpa ada sedikit pun keraguan. DIA yang selalu ada buat gue, dimana gue terpuruk. Dia yang selalu mendengarkan keluh kesah gue. Amunisi terbesar yang pernah gue miliki. ��

Sabtu, 20 September 2014

The owful plan

Lagi lagi mendengar kabar tak mengenakan hati. Subhanallah....

YaAllah bukannya hambamu ini tak mau bersyukur akan nikmat mu yang begitu melimpah kau berikan. Bukan aku mendustakannya. Tapi aku ini hanya manusia, sehingga ada keluh dalam kelelahan ini.

Yah sebagai pekerja dengan 3 shift, aku adalah seorang manusia. ' Manusia' yang bisa mengeluh karena lelah.
Kabar 2 shift terucap dari atasanku. Foreman ku dalam sebuah meeting menyampaikan kabar tak menyenangkan itu ke telingaku. Rasanya seperti mendapat tamparan keras.
Tuhan rasanya aku resign saja. Kalau ada kamera aku sudah lambai lambai menyerah. Aku tak sanggup...
Mungkin lebay.. tapi aku ingin kehidupan yang normal. Yah bekerja cukup 8 jam. Kalau aku memutuskan keluar, bagaimana dengan kuliahku? Aku membiayai kuliah ku sendiri dengan hasil kerjaku di pabrik... ini perjuangan yang begitu berat.
Aku mengeluh kali ini.
Aku lelah.
Semoga saja hal tsb hanya kabar. Aku benar benar tak ingin. Bukannya tak mau bersyukur. Aku tahu diluar sana banyak sekali, ratusan bahkan ribuan orang pencari kerja... mungkin aku termasuk yang beruntung.
Tapi ini benar benar membuatku stress.. ��

Senin, 15 September 2014

The untitled

Banyak hal-hal yang tidak pasti di dunia ini.
Seribu kemungkinan yang tidak bisa terdefinisikan dan kadang di tolak secara logika.
Hal yang tak pasti yang selalu manusia kejar itu ibarat melempar sebuah dadu, akan timbul dilema tentang hasil yang akan keluar nantinya. Memang manusia hanya bisa berusaha dan menyerahkan segalanya kepada sang pencipta. Tapi kadang dari semua banyak hal-hal yang tidak pasti, manusia lupa satu hal yang benar benar pasti. Yaitu kematian.
Satu hal yang pasti dan begitu dekat. Sangat dekat.

Mati atau maut adalah hal yang begitu dekat dengan manusia. Tapi mereka lupa akan hal ini. Mereka lupa bahwa wadah yang bernama tubuh dan ego bernama hati ini sifatnya sementara. Fana. Mereka luput dengan hal-hal tak pasti yang mengeuforia kan hidup mereka. Mereka lupa dengan sang Pencipta hingga jauh dari NYA.

Begitu pula aku. Sudah terlalu terlena dengan kehidupan dunia hingga lupa dengan 5 waktu yang telah di tetapkan. Terlena dalam imingan dunia yang membawa nikmat sementara. Padahal kematian begitu dekat denganku.
Dekat. Tak terpikirkan olehku bagaimana aku telah sejauh ini, menapaki dunia 21 tahun nan lama tapi begitu singkat.
Apa yang telah aku kumpulkan. Bekal apa yang telah kupersiapkan untuk menghadapi kematian yang begitu dekat? Sudahkah aku menanamkan kebajikan di dunia ini? Sudahkah aku menebarkan kebaikan di dunia ini?

Apa yang telah aku tebarkan? Hanya dosa yang menumpuk, menggunung  hingga himalaya.
Pasifik pun tak mampu membendung dosa ini.
Apalah artinya ombak? Tsunami? Mereka tak dapat menyapu dosa ini.
Apalah api? Membakar dosa? Api hanya membakar diri yang laknat ini.

Jiwa ini, pikiran ini telah ternoda oleh serpihan serpihan dosa, yang lambat laut menggumpal.
Maafkan aku Tuhan.
Tubuh, raga, jiwa, tak mampu menahan api neraka.

Lantas apa aku pantas mendapat surga?  Dengan dosa yang telah begiyu banyak aku perbuat.

Amalanku masih setetes embun. Ibadahku hanya sebesar lubang jarum.
Masih pantaskah aku mendapat nikamt surga? Masih adakah waktu untuk ku untuk berinvestasi. Menanam saham amalan? Padahal kematian begitu dekat.

YaRahman begitu besar kasih yang engkau telah berikan padaku.
Aku berserah diri padamu.
Kau maha melihat dari jarak sejengkal nadi dariku.

Gloomy

Gloomy
Kelabu
Abu
Seribu yang tabu
Membisu
Dari rabu
Menyerbu

Ulu
Yang dulu
Lesu
Jatuh melulu
Selalu

Risau
Yang kau
Ukir dengan pisau
Membekas galau

Sabtu, 13 September 2014

Erep erep atau penampakan?

Hibernasi singkat... setelah pulang kerja pagi karena mendapat shift malam, tubuh rasanya biasa saja tak ada yang aneh... alhasil tertidur pulas lah... dan ketika bangun, gue kira waktu menunjukan jam 4  ato 5 sore an. Tapi setelah gue tengok jam, gue shock berat.. jam 21:00.

Gue bener bener nggak sadar? Sepertinya ada yang salah dengan tubuh ini. Ah pikir gue lah cape kali yah sehabis kerja malam... tapi ini nggak biasanya. Gue sepertinya terlalu pulas... alhasil rencana untuk menghabiskan waktu untuk main dan nyuci, dihabiskan dengan tidur...

Sebelumnya alias kemarin nya gue juga tidur dan terbangun jam 19:00. Setelah minum obat sih... gue masih bisa maklum.. mungkin obat yang gue minum ada obat tidurnya. Okehlah gue maklum tapi jam 21: 30 gue tidurlah 30 menit sblum brgkt kerja. Dan tahu apa yang gue alamin?

"Erep-erep" atau rep - repan.

Ah... sudah yang kesekian kalinya gue merasakan ini...
Yah erep erep...
Suatu fenaomena dimana ketika lo sedang tidur, lo ngerasa terbangun tapi tubuh lo nggak mampu digerakin. Lo seolah ngerasa kaku hanya mata lo yang tersadar tapi tak bisa menggerakan tubuh sedikit pun. Lo merasa di kekang dan sulit bernapas. Dan biasanya fenomena ini di barengi dengan lo melihat "sesuatu" yang mungkin di tolak secara logika. Lo melihat penampakan.

Dan ketika gue mengalaminya apa yang gue liat? Ada seorang wanita dengan rambut panjang mengenakan pakaian serba hitam. Berdiri di sudut pintu kamar tapi tak mendekat sedikitpun. Hanya berdiri dengan sedikit membungkuk tapi untungnya tak menoleh sedikitpun.

Makhluk perempuan ini yang membuat gue beneran ngeriii...
Tapi makhluk itu nggak mengganggu sama sekali.. cuman yang bikin gue risih, saat gue tak bisa bangun, sulit bernapas dan merasa seolah sesuatu menindih dengan hebat disaat itu pula sesosok makhluk yang di lapisi kain putih dengan ikatan di kepala, yah gue liat pocong di depan mata gue tepat di depan mata pada saat gue ngalamin erep-erep.
Entah apa yang gue liat nyata apa nggak, namanya juga erep erep.

Konon ada yang menyebutkan bahwa ketika lo ngalamin fenomena ini, dan lo ngeliat ada penampakan di depan lo, konon makhluk itu beneran ada.
Makhluk itu beneran nyata...

Ngeri dong gue... sendiri di kostn.

Cuma, pocong yang gue liat nggak terlalu bikin gue bergidik... gue masih takut dengan makhuk wanita serba hitam yang berdiri membungkuk di sudut pintu.
Sebab, gue pernah ngalamin sebelumnya. Tapi, saat erep erep juga... tapi waktu itu dia nggak hanya berdiri saja, tapi nampakin wujudnya. Wanita berparas nenek dengan wajah menyeramkan seperti wujud setan di poster film "malam jumat kliwon". Waktu itu dia keluar dari tembok, dia muncul dari tembok yang seketika berubah menjadi kebun. Dia berusaha keluar dan narik kaki gue. Inilah yang ngebuat gue lebih takut pada sosok nenek tsb dari pada pocong yang muncul dihadapan gue.

Sebelumnya sih, temannya tetangga gue sebut aja mba yossi, pernah bawa temennya k kostn dan ngeliat ada nenek nenek sedang duduk di tangga kostn. Katanya, nenek tsb berambut panjang dan memakai baju serba hitam persis sosok di erep erep yang gue alamin. #ini bukti kalau katanya erep erep itu beneran nyata.

Lalu, gue juga pernah bawa bapak gue k kostn. Beliau menginap sehari di tempat gue. Esoknya beliau cerita kalau beliau bermimpi katanya dia ngeliat kalau disini dulunya kebun.  sebelum dijadikan kostn, dia nanya ke gue bener nggak kalau tempat ini dulunya adalah kebun. Yah gue sih membenarkan soalnya ibu kost pernah cerita begitu. Tapi si bapqk lagi bilang, "ada wanita tua sedang menyapu di kebun ini"

Njiiir, gue nelen ludah seketika.
Dari sekian cerita yang bisa gue ambil, semuanya saling berkaitan dan menunjukan hal yang sama yaitu seorang nenek.

Gue sih masih belum percaya apakah erep erep yang gue alamin itu, nunjukin kenyataan dan keberadaan makhluk halus. Hehehe
Merending sih, tapi gue punya ilmu jitu untuk menghadapi erep-erep. Ini tips yang diberikan bibi ke gue. Tips yang pertama adalah:

1. Ketika lo nglamin erep erep berusahalah tetap tenang, jangan banyak bergerak, karena semakin lo bnyak bergerak, semakin lo nggak bisa gerak.

2. Tarik napas perlahan lahan agar lo ngerasa rileks untuk sementara.
Tapi apa lo bisa rileks kalau pas erep erep ada makhluk di depan lo? Yah kadang kita terlalu ketakutan alhasil kita makin terkekang. Makanya berusahalah rileks dengan menarik napas panjang.

3. Setelah lo tarik napas, gunakanlah doa pamungkas untuk menghilangkan penampak tsb, yah dengan ayat kursi.

4. Jika makhluk tsb, msih juga belum menghilang, ulangi membaca ayat kursi, lalu sambung dengan surat an-naas, insyaAllah makhluk itu hilang dan lenyap dari hadapan lo dan lo terbebas dari erep erep.

5. Yakin dan pasrah kepada Sang Pencipta, ALLAH SWT.

mungkin itu tips dari gue.

Dan lalu kalau kalian bertanya mengenai cerita gue... kalau makhluk wanita itu beneran ada, lalu pocong itu gimana? Apa sebelumnya pernah ada yang ngalamin atau melihatnya?
Gue sih baru ngliat pocong ini di erep erep yang kemarin, baru pertama. Dan nggak tahu juga sih, tapi tetangga kostn gue ada yang meninggal karena jatuh dari bus minggu lalu.

Kalau dari segi medis sih erep erep itu namanya sleep paralysis. Dimana seorang mengalami ini karena terlalu capek, atau kelelahan karena aktivitas yang dilakukannya. Jadi ketika mata telah membuka alias bangun, tubuh masih belum bisa merespon untuk bangun. Makanya tubuh seolah ditindih dengan sesuatu yang amat berat dan tak bisa bergerak sama sekali. Sedangkan mata sudah terbuka. Jiwa sadar, karena mata terbuka, tapi tubuh masih kelelahan, jadi masih belum merespon untuk sadar dan bangun. Inilah sleep paralysis secara medis.

Selasa, 09 September 2014

Sanubari bercerita

September...
Ketika ketidakharusan berubah menjadi keharusan yang sifatnya mau tak mau.
Pikirku ini seolah menjadi bencana besar. Ketika pekerjaan yang seharusnya di lakukan selama 8 jam harus dilakukan lebih, meskipun bayaran yang diterima begitu menjanjikan. Tapi hati menolak dengan tegas.

Money can't buy my time,
Uang tidak akan pernah bisa membeli waktu. Meskipun waktu adalah uang. Tapi uang tidak akan pernah bisa membeli waktuku.

Aku juga tidak mengerti dengan diriku. Tapi benar, hati ini selalu menolak untuk bekerja lebih dari waktu yang ditentukan.

Aku membenci yang namanya overtime, lemburan, OT, nge-long, apapun itu namanya.
Meskipun tahu, uang yang dihasilkan akan melimpah, tapi itu terlalu menghabiskan banyak energi, waktu dan kesenanganku, aku tidak naif aku memang butuh uang, tapi uang tidak bisa mengembalikan waktuku.
Di tempat aku kerja sekarang, karena ada suatu masalah, karyawan disunnahkan untuk overtime. Saat mendengar kata overtime nya saja sudah membuat ngeri apalagi harus melakukannya? Astaga mending overtime nya disabtu dan minggu masih bisa diterima olehku. Tapi kalau di hari biasa, senin sampai jumat setelah pekerjaan utama selesai, aku menolak secara tegas.  Meskipun
rasanya pengen muntah. Eneg. It's suck me off..
Harus bekerja selama 2 shift lebih dari 12 jam dan memang tidak diharuskan. Tapi karena kebutuhan produksi mau tak mau harus ada kerelaan bergilir ato semua untuk melakukannya. Ah benar benar makin muak saja...
Aku tidak tahan lagi. Memikirkannya saja udah sarat..
Soalnya orang di tempat aku kerja cukup minim jadi kita diharusan melakukan  overtime. Dan ini benar benar membuatku khawatir. Aku tak mau menghabiskan waktu ku untuk bekerja. Jiwaku masih belum menerima kondisi ini. Aku tidak mau menghabiskan waktu ku untuk bekerja bekerja dan bekerja. Apaan, hidup seperti itu memuakkan. Kondisi ini menghabiskan pikirankku saja. Meskipun menolak tapi selalu timbul rasa tidak enak hati. Setidaknya dengan menolak orang akan mencapku dengan kata egois. Inilah hal yang akan timbul. Ada pergolakan dalam hati sehingga timbul dilematis. Mau tak mau saat nantinya aku harus melakukan nya karena ini demi menghilangkan keegoisan. Ahh.. ingin resign rasanya kalau selalu seperti ini.

Minggu, 18 Mei 2014

7 hal yang Haram tidak dilakukan



"Follow your dreams, but if dreams don't follow back, unfollow dreams"


Kali ini gue bakal bahas tentang mimpi. it's surely! setiap orang punya lah mimpi. mimpi kan gratis, masa mimpi aja lo nggak punya, miskin banget kalau beneran nggak punya.

"Orang paling miskin di dunia adalah orang yang tidak punya mimpi"

Ok, let's talk about dreams.



Gue bakal kasih 7 hal yang nggak boleh nggak dilakuin buat dreams. ini terisnpirasi dari sobat gue, yang mood-moodan.


oke cekidooooooooooooooot




1. Mimpi dulu 


 Punya mimpi lebih dulu dong sebelum melakukan ke-6 hal lainnya, inget bukan mimpi bunga tidur tapi mimpi= keinginan  secara mimpi adalah angan yang benar-benar elu dambakan, elu harepin dari dalam lubuk hati elu. Sekarang yang nggak tahu tujuan hidup lu apa, coba pikirkan! carilah pencerahan. apa yang selama ini benar-benar kalian dambakan dalam hidup ini, jangan muna kalian nggak punya tujuan, sesuatu yang selama ini kalian idam-idamkan., contohnya elu ngebet pengen punya pacar, lepas segera status Jones elu... atau elu punya cita-cita penegn jadi dokter, atau elu cowok-cowok pengen jadi polwan, pengen jadi dokter kandungan, segera wujudin mimpi elu.. pokoknya elu harus punya mimpi dulu....

mimpi itu gratis coooy, kampret banget lah yang kaga punya mimpi.


2. Believe. 



Yang kedua adalah percaya. elu  tuh harus percaya ama mimpi elu sendiri, elu harus percaya kalau mimpi elu bakal terwujud, elu harus yakin, teguh ama mimpi lu, konsisten untuk mau mewujudkan nya,


"Meskipun harus kehilangan dunia yang sekarang, meskipun harus membuang kehidupan yang sekarang, asalkan dapat mengejar apa yang selama ini diinginkan, meskipun tahu betapa sulit, tapi elu tetep menginginkannya, itulah keteguhan yang sebenarnya, itulah keyakinan, percaya."


3. Action


Okelah, mungkin terkesan AgnezMo bingit yelah, "Dream, believe, and make it happen". tapi perkataan agnezMo itu menginspirasi banget. elu tuh ahrus melakukan something untuk mimpi elu, yah kata AgnezMo "segala sesuatu tuh nggak ada yang ujug-ujug, seperti efek soda, yang apabila kalian buka, soda hanya akan bertahan sementara." yah kesuksesan atau apapun pencapaian yang ingin elu wujudkan harus step by step dan gak ujug-ujug kaya botol soda yang apabila elu buka, tutupnya bakal melambung kemudian jatuh kembali. inilah sesuatu sukses instan. banyaklah yang perlu elu tahu, mungkin udah nggak asing. banyak tuh yang sukses contonya artis yang cuma sekedar nupang tenar sementara, eh tenggelam seketika. mungkin ini keleeus yang di maksud efek soda yes....



4. Pray





Jelaslah elu harus bnyak berdoa secara berdoa adalah suatu bentuk action antara manusia dan Tuhan. apaun keinginan elu yang pengen elu wujudin, mintalah pada Tuhan, mintalah padanya agar mimpi mu itu bisa terwujud dan direstui olehNYA.



5. Keep struggle


Tetap berjuang mewujudkannya, jangan pernah mengikuti mimpi, kalau elu msih bisa to Realize it.



6. Never Give up


Pleaseeeeeeeee, jangan pernah sekalipun mencoba untuk menyerah. elu bakalan loser banget, begoooo, dan please jangan sampai elu seperti keledai. yah hanya keledai yang terjatuh sampai dua kali. keledai aja mampu sampai dua kali otomatis di mencoba yang kedua dong. nah buat elu, gue mohon jangan sampai terjatuh dan menyerah, inget dong pesan mishil di percakapannya sama sang suami  di film "the Great Queen of seon deok" Disini



7. Surrender (Pasrah lah yah)

Pasrah ni yang terakhir... intinya kalau elu udah ngelakuin ke-6 hal di atas, sekarang semuanya elu serahin ama Maha Yang Mengetahui. Elu serahin semua ama yang diatas. Kadang kan apa yang baik buat kamu belum tentu baik menurut ALLAH SWT. intinya sih lebih ke pasrah lah yah.





Oiyaaaaaaaaaaaaaaaaaa, jangan lupa satu hal melakukan semuanya itu elu kudu ikhlas, tanpa ikhlas semuanya sia-sia loooooh...



terus kalau misalnya elu-elu pada nanya, Gue udah ngelakuin kesemuanya belum, gue bakalan jawab. "CUKUP GUE DAN TUHAN YANG TAHU".




oke trims..



terinspirasi dari Mamih




Minggu, 20 April 2014

Tips membeli DVD di mamang pinggiran.

Bagi kalian penggila film, movie, tentunya kalian sudah tidak asing dengan mamang-mamang DVD yang berjejal di pinggiran jalan, nah gue punya beberapa tips buat kalian yang pengen beli th DVD dengan gambar yang good quality. Intinya kalian harus memilih dan memilah DVD yang ingin kalian beli agar tidak menyesal saat menontonnya.



1. Jangan membeli DVD=film yang baru tayang di bioskop, kalian jangan terpengaruh untuk membeli yang update, jangan biarkan otak kalian terpengaruh dengan sesuatu yang baru tayang di bioskop, tips dari gue mending kalian langsung nonton aja filmya di bioskop dibandingin kalian harus membeli film tersebut, sebab kalian akan mendapatkan film dengan kualitas gambar "Scam", alias gambar tsb, di ambil dari kamera seorang pembajak yang biasanya kalian akan mendapatkan gambar dengan bayangan kepala orang di depannya, dan kuliatas suara yang rada ngresek.


2. Jangan membeli DVD yang isinya banyak, please guys... kalian jangan lakukan itu, okelah kalian mendpatkan 7-10 fil dari satu DVD. but, please think twice guys, kalian tuh cuma bakalan dapetin kualitas gambar yang 'bad' terus, kalian tuh gk bakalan nemuin Full subtittle di sana, ini hanya akan membuat kalian jengkel, memaki-maki th pelm, sadar guys, kalian tu jangan dibutakan dengan banyaknya film itu, please don't do that.

3. Belilah kaset yang isinya yang cuma satu film, dan pastikan cobalah terlebih dahulu di tempatnya, dan jangan terpengaruh dengan kebaikan mamang-mamang kaset yang bilang " kalau isinya jelek, atau rusak bisa di tuker kok". Jangan terpengarug dengan rayuan gombal seperti ini, itu semua kadang bohong guys. kalian harus benar-benar mencoba dan mengulik isi kaset tersebut, karena ini adalah nilai plus buat kalian untuk lebih teliti dan hati-hati.


4. Buatlah list film yang ingin kalian beli, karena kadang kalian akan terpengaruh dengan film yang lainnya, dan semakin kalian membeli banyak kaset, maka akan semakin miring harganya. ini merupakan penghematan juga loh, maka pikirkanlah sebelum membeli.


5. Jika kalian ingin membeli kaset film update, usahakan kalian membelinya 3 bulan setelah film itu tayang di bioskop karena semakin baru film yang ada di mamang kaset tsb, semakin jelek kualitasnya, so, perhatiakn yang satu ini.


6. Jangan pernah membeli kaset, DVD bajakan di mamang-mamang pinggiran jalan guys, karena semua itu bajakan, STOP doing this guys, You have to be smart.


7. Sekian. :D   

Sabtu, 22 Februari 2014

THE WOLF AND THE SEVEN LITTLE GOATS

STORY           : THE WOLF AND THE SEVEN LITTLE GOATS
1.      Analyze characterization of The Wolf and The Seven Little Goats.
A.    Characters
1.      The Wolf
a.       Dalam cerita The Wolf and The seven Little Goats, The Wolf diceritakan  sebagai seekor Serigala jantan yang jahat, yang akan berusaha memakan ke-tujuh kambing kecil. Di jelaskan secara Indirect Characterization, dalam pesan yang disampaikan oleh induk Kambing ( Mother Goat) ketika akan meninggalkan ke-tujuh anaknya ke hutan.
“ Dear children” Said  she, “ I am going out into the wood, and while I am gone, be on your guard against the wolf, for if he were once to get inside, he would eat you up, skin, bones and all.”
b.      Sebagai seekor serigala jantan yang menyeramkan, yang mempunyai suara yang parau dan kuku-kuku yang hitam, di jelaskan pula secara Indirect Characterization oleh Induk kambing ( Mother Goat) dalam pesannya kepada tujuh kambing kecil anak nya saat meninggalkan mereka ke hutan.
“….But he may always be known by his hoarse voice and black paws.”
c.       Seekor serigala yang cerdik dan pintar. Dia berusaha masuk kedalam rumah untuk memakan ke-tujuh kambing kecil dan melakukan segala cara untuk mengelabui ketujuh anak kambing dengan menyamarkan suara dan menaburkan tepung di kukunya yang hitam agar ketujuh anak kambing mau membukakan pintu untuknya.
d.      Seekor serigala yang kejam, digambarkan secara indirect characterization dalam ucapan serigala itu sendiri kepada seorang penjual roti yang diminta untuk menaburkan tepung putih ke kuku-kukunya yang hitam agar meyerupai induk kambing, apabila si tukang roti tersebut tidak melakukannya, maka serigala akan memakannya.
“ If  you don’t do it,” Cried The wolf, “ I’ll eat you up!”
2.      Seven Little Goats
a.       Polos dan patuh terhada ibnya, mereka menuruti pesan yang disampaikan si ibu agar tidak membukakan pintu untuk serigala, meskipun akhirnya mereka bisa dikelabui sehingga serigala berhasil masuk dan memakan mereka.
b.      Lemah digambarkan secara tersirat oleh ucapan induk kambing ( Mother Goat) pada saat Sang induk berusaha menolong anak anak nya yang berada dalam perut serigala.
“ Dear me!” thought she, “ can it be that my poor children that he devoured for his evening meal are still alive?”
3.      Mother Goat
a.       Penuh kasih sayang dan rela berkorban. Sebagai ibu,  ia berusaha mencarikan makanan untuk ketujuh anaknya ke hutan. Lalu dia pun rela berkorban ketika anak anaknya telah dimakan oleh serigala, si ibu tetap berusaha untuk menolong anak anaknya yang telah dimakan oleh serigala tanpa memikirkan resiko yang akan terjadi.
b.      Pemberani, Dia berani mendatangi  serigala yang tertidur untuk meyelamatkan anak-anaknya dan berusaha menolong anak anaknya dengan menyayat perut serigala dan mengeluarkan anak anaknya dari perut serigala.
c.       Pintar, dia menggunakan akalnya ketika berusaha menolong anak-anaknya dalam perut serigala, ia berusaha menyayat dan mengeluarkan anak-anaknya dari perut serigala dan mengisi perut serigala kembali dengan batu, kemudian menjahitnya kembali.
2.      Analyze Plot
A.    Basic Situation ( Exposition )
Hiduplah  seeokor induk kambing yang mempunyai tujuh ekor anak kambing. Pada suatu hari, sang induk akan meninggalkan ketujuh anaknya ke hutan untuk mencarikan mereka makanan. Sang induk berpesan kepada mereka agar berhati hati terhadap serigala yang akan memakan kulit, daging hingga tulang mereka sehingga si induk berpesan kepada ketujuh anaknya untuk tidak membukakan pintu dan tidak membiarkan serigala masuk kedalam rumah mereka. Sang induk pun mengatakan kepada mereka bahwasanya si serigala mempunyai suara yang serak dan parau serta  mempunyai kuku-kuku yang hitam. Induk  kambing masih merasa khawatir terhadap mereka. Akan tetapi ketujuh anaknya berusaha menegaskan kalau mereka akan baik-baik saja,d an memberi tahu induk  mereka agar tidak perlu khawatir karena mereka bisa menjaga diri mereka sendiri dan akan menuruti apa yang di katakan  induk kambing  kepada mereka, agar tidak membukakan pintu untuk serigala.


B.     Rising Action
Dengan penuh rasa khawatir akhirnya induk kambing meninggalkan ketujuh anaknya untuk mencari makanan untuk mereka. Ketujuh anak-anaknya pun terus berhati-hati barang kali serigala datang dan memakan mereka. Hingga pada suatu ketika, terdengar suara ketukan pintu dan terdengar suara memanggil-manggil ketujuh anak kambing tersebut. Akan tetapi ketujuh kambing kecil tidak mudah percaya dengan sosok yang ada dibalik pintu tersebut, karena mereka tahu kalau suara ibu mereka itu  lembut dan tidak parau,  mereka pun teringat pesan ibu mereka, kalau serigala itu mempunyai suara yang serak dan parau. Akhirnya serigala pun pergi, akan tetapi ia tidak kehabisan akal, ia pun memakan sebatang kapur agar suara nya terdengar lembut seperti induk kambing.
Serigala pun kembali ke rumah ketujuh kambing kecil dengan suara yang lembut mirip induk kambing. Serigala mengetuk pintu dan memanggil-manggil anak-anak kambing tersebut dengan suaranya yang  lembut dan tidak parau. Ketujuh anak kambing pun mendengar suara lembut yang datang dari luar. Mereka tidak ingin mudah percaya dengan sosok yang ada dibalik pintu. Lalu mereka  mengingat kembali pesan ibunya bahwasanya serigala mempunyai kuku-kuku yang hitam. Mereka pun memerintahkan serigala agar menunjukan kuku-kukunya. Dan mereka melihat kuku-kuku yang hitam. Mereka pun tidak membukakan pintu untuk serigala dan mereka mengatakan kepada serigala kalau ia bukanlah induk mereka. Ia adalah serigala karena induknya mempunyai kuku yang putih tidak hitam seperti serigala.
Serigala pun tidak menyerah begitu saja, ia berusaha untuk bisa masuk kedalam rumah itu hingga ia menemui penjual  roti dan memintanya untuk menaburkan tepung putih ke kuku-kukunya, kerena kalau tidak menurut apa yang dikatakan serigala  maka serigala akan memakan penjual roti tersebut. Akhirnya serigala kembali ke rumah para anak kambing dengan suara yang lembut dan kuku-kuku tidak hitam karena ditaburi tepung putih.

C.     Climax
Serigala kembali ke rumah para anak kambing, lalu mengetuk dan memanggil anak anak kambing dengan suara yang lembut dan menunjukan kepada mereka bahwa kuku-kukunya tidak hitam tapi mirip seperti induknya. Para anak kambing pun mengingat pesan ibunya, serigala mempunyai suara parau dan kuku yang hitam. Mereka pun percaya dan menganggap serigala adalah induk mereka. Mereka pun membukakan pintu untuk serigala. Dan ketika mereka mengetahui kalau serigala bukanlah induknya, mereka pun kocar-kacir dan berusaha bersembunyi dari serigala. Ada yang bersembunyi dibawah meja, di dalam lemari, di bawah tempat tidur, didalam oven dan di dalam kotak jam dinding. Tetapi serigala menemukan mereka semua. Alhasil mereka semua dimakan utuh utuh oleh serigla. Serigala pun kekenyangan hingga tak mengetahui seekor kambing kecil yang tengah  bersembunyi didalam jam. Karena merasa kenyang, serigala pun merasa ngantuk dan tertidur dibawah pohon dekat rumah kambing.
D.    Falling Action
Induk kambing kembali membawa makanan untuk anak-anaknya akan tetapi, induk kambing melihat kondisi rumah sangat berantakan. Dan ia tak menemukan seorang pun anaknya. Ternyata induk kambing mendengar suara tangisan kecil memanggilnya, ia pun menemukan anak kecilnya yang malang yang bersembunyi didalam jam. Kambing kecil pun menangis ketakutan  dan menceritakan apa yang telah terjadi.
E.     Flashback
Kambing kecil menangis ketakutan, dan sang induk berusaha menenangkannya. Kambing kecil masih shock tetapi ia berusaha menceritakan apa yang telah terjadi kepada induknya. Kambing kecilpun bercerita, induk kambing mendengar dengan seksama.  Ketika induk kambing meninggalkan kambing kecil dengan keenam saudaranya, untuk mencari makanan, datanglah serigala yang mengetuk pintu dan memanggil mereka. Kambing kecil dan saudara-saudara nya pun tidak percaya dengan serigala karena sesuai pesan induk kambing, serigala mempunyai suara yang serak dan parau sedangkan induk kambing mempunyai suara yang lembut. Dan akhirnya karena mereka tidak mempercayai itu adalah induk mereka maka mereka tidak membukakan pintu untuk mereka. Lalu serigala datang kembali dengan suara yang lembut menyerupai induknya, tetapi mereka tidak juga mempercayainya, karena mereka meminta serigala untuk menunjukan kuku-kukunya, dan mereka melihat kuku-kuku yang hitam. Sesuai pesan induk mereka, serigala mempunyai kuku-kuku yang hitam, dan mereka tidak membukakan pintu untuk serigala. Tetapi serigala kembali lagi dengan suara yang lembut dan kuku-kuku yang tidak hitam. Akhirnya mereka pun percaya dan membukakan pintu untuk serigala. Dan saat mereka membukakan pintu ternyata yang datang adalah serigala bukanlah induknya. Mereka pun berusaha bersembunyi akan tetapi serigala berhasil menemukan mereka dan langsung memakan utuh mereka dan tidak mengetahui anak kambing kecil yang bersembunyi di dalam jam. Lalu serigala meninggalkan rumah dan menyisakan anak kambing hingga induk kambing datang dan menemuinya.

F.      Resolution ( Dnouement )

Setelah menceritkan semua apa yang terjadi kepada induk kambing, akhirnya induk kambing pun berusaha untuk menolong keenam anaknya yang telah dimakan oleh serigala dan menemukan serigala dengan perutnya yang berisi kekenam anak kambing yang sedang tertidur di bawah pohon. Induk kambing pun memanggil-manggil anaknya apakah mereka masih hidup ataukah tidak? karena induk kambing mendengar suara anak-anak nya yang masih hidup di dalam perut kambing, induk kambing pun berusaha mengeluarkan anak-anaknya dengan menyayat perut serigala dan mengeluarkan anak-anaknya satu persatu dari perut serigala. Setelah keenam anaknya berhasil dikeluarkan dari perut serigala, induk kambing pun menemukan ide untuk mengisi perut serigala dengan batu. Denga bantuan ketujuh anaknya akhirnya perut serigala di isi dengan batu kemudian induk kambing menjait perut serigala kembali. Mereka pun lau bersembunyi dari serigala. Ketika serigala terbangun ia merasa haus dan menyadari bahwa perutnya terasa berat dan keras seolah seperti berisi bongkahan-bongkahan batu bukan anak-anak kambing. Karena merasa haus ia pun mencarii air. Setelah menemukan air, karena merasa keberatan dengan perutnya yang berisi bongkahan batu, serigala pun terjatuh kedalam air dan induk dan ketujuh anak kambing yang menyaksikan kejadian tersebut merasa senang karena serigala terjatuh dan mati.

Selasa, 29 Oktober 2013

Strawberry! Isn't it?

Zero hell to the NO!
Aku memang lain
Aku memang aneh.
Aku memang berbeda dengan yang lainnya,
Aku memang berbeda..
Tapi bukan berarti aku tidak Normal,
Bukan,
Bukan,
aku  memang tidak menyukai sepak bola,
aku memang tidak menyukai balapan,
aku memang tidak suka rock,
aku memang tidak suka music Rege
aku juga tidak suka rokok
aku tidak bisa bertarung
aku tak suka teknik, mekanik!
Aku suka bahasa, menulis, dan sastra!
Salahkah?

Orang beranggapan
bicaraku lembut seperti wanita
sikapku kemayu tak seperti pria,
Dan…
pergaulanku juga kebayakan dengan para hawa
tapi aku nyaman dengan diriku,
salahkah dengan sikapku?
Salahkah dengan tingkahku?
Salahkah dengan egoku yang hanya ingin menjadi diri sendiri?


Berhak kah orang memanggilku banci?
Berhak kah orang menyebutku setengah wanita?
Berhak kah mereka meyebutku demikian?
Mungkin berhak, karena itu hak mereka!

Tapi,,
Aku pria,
Aku laki-laki
Aku jejaka
Aku putra adam yang juga ingin cinta,
Cinta seorang wanita.

Perlukah aku berubah untuk dicintai?
Perlukah aku menghilangkan setengah jatidiri?

Apa semudah berbicara dengan lidah untuk berubah?
Apa semudah meremas secarik kertas?
Aku tahu ini demi kebaikan,
Aku tahu ini demi diriku,
Tapi, sulit,
Tak terkendali,
Tak semudah yang terkira,

Mungkin anggpan orang itu sudah berparasit dalam tubuh ini,
Karena kata kata adalah doa,
Kata kata terikat
Mengikat diriku dengan rantai manusia,
Iya,,,,
Dengan kata kata,,
Dan ini yang membuatku takut,
Wanita tak akan suka dengan perilaku ku,
Mereka akan memandang jiji terhadapku,

Makanya, hilang rasa percaya diri dengan wanita,
Aku takut mereka tak menerimaku,
Kadang rasa minder selalu ada
Dan benak ku selalu berpikir, mungkin, wanita yang mencintaiku adalah wanita paling tak beruntung.




Selasa, 01 Oktober 2013

TRUE FRIEND (Sweet, Love, and Friendship)


1.
“Persahabatan sulit dijelaskan dan tak pernah di pelajari di sekolah. Namun jika seseorang tidak berusaha mempelajari makna persahabatan, dia tidak mempelajari apa-apa”
-Muhammad Ali, AS-


2.
“Pertengkaran adalah tahap menuju persahabatan sejati”
-Nandana Loka Ariyani, Bestfriend-

3.
Mengasihi musuhmu memang hal yang baik, namun, jangan lupa memperlakukan teman mu dengan lebih baik”
-Edgar Watson Howe-

4.
Don’t walk in front of me
Cause you’re not my Leader
Don’t walk behind me
Cause you’re not my servant
Please, walking beside of me
Cause you’re my friend
My best friend

5.
“Perlu banyak keberanian untuk menghadapi lawan, tapi diperlukan keberanian yang sama banyaknya untuk menghadapi teman-teman kita”
-Albus Dumbledore-

6.
“Pengetahuan tidak akan menggantikan persahabatan”
-Petrick star, Spongbob-


7.
“Kamu baru boleh menganggap seseorang itu temanmu, jika kamu tidak pernah jauh jalan ke rumahnya.”


8.
“Persahabatan sejati itu seperti kesehatan. Nilainya baru kita sadari setelah kehilangannya”.


9.
“Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang akan meninggalkan bekas di dalam hatimu.”


10.
“Inilah ciri seorang teman sejati, ia tahu kelemahan kita tapi menunjukan kekuatan kita
Ia merasakan ketakutan kita, tapi membangkitkan keyakinan kita .
Ia melihat kekhawatiran kita, tapi mampu membebaskan jiwa kita.
Ia mengenal ketidakmampuan kita, tetapi memberikan kesempatan.”
-William Arthur Ward-


11.
“jangan gunakan pagar, tetapi gunakanlah temanmu sebagai pelindungmu”
-Peribahasa Cheania-


12.
“janganlah mencari teman yang mempunyai sifat eperti bayangan, karena teman yang seperti itu hanya muncul ketika kita berada didekat cahaya, namun kemudian berlalu ketika kita berada dalam kegelapan”
-Muzaki, majalah-


13.
“Sahabat yang jahat layaknya percikan api dari kembang api yang nyalanya ternag lagi menyenangkan, namun bkemudian mati dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sedangkan sahabat yang baik laksana lilin yang menerangi kegelapan dengan cahaya nya yang redup namun daya tahannya dapat di andalkan”
-Muzaki, majalah-


14.
“Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dan besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau membelinya atau tidak melewatkan kamu, baik engkau membelinya atau engkau tidak membelinya, engaku pasti akan
mendapatkan baunya yang enak, sementara padai besi akan membakar bajumu atau engkau akan mendapatkan baunya yag tidak enak.”
-Rasulullah-


15.
Sahabat,
 tidak peduli siapa kau,
 tak peduli kau berasal dari mana?
Asal kau ada disetiap kesempatan bersamaku,

dan merasa kau benar benar sebenar benarnya teman, kau adalah sahabat.

Minggu, 29 September 2013

PERCAKAPAN TERAKHIR

Rival terkeren Deok Man


Jika kita bisa bertempur,
maka kita akan bertempur

Jika kita idak bisa bertempur,
maka kita harus bertahan

Jika kita tidak bisa bertahan, 
maka kita harus mundur

Jika kita mundur,
kita masih bisa menyerang

Jika kita menyerang dan tidak menyerah,
Maka kita akan mati di tempa itu juga









Kata bijak dari Deok Man,

Deok Man
"Hukuman itu cepat, sedangkan hadiah itu lambat dan bertahap" 

PESAN

Pernah nonton serial Bread, Dream and Love (Baker King Kim Tak Gu)? pastinya tahu dong... serial korea tentang perjuangan seorang pemuda menjadi seorang Baker King.
Oke, Gue nggak bakal bahas tentang serial ini sebab udah jaduuul.. cuma gue dapet sebuah pesan yang sangat berharga yang disampaikan oleh si nenek pada saat memberi hukuman kepada si Tak Gu ini...
ini nih sosok nenek yang menurut gue keren mendidik cucu nya.

Nenek Tak Gu

Dan sumpah pesan si nenek ke si Tak Gu sungguh inspirasional sekali. gue aja denger tuh nasehat merinding...
ini dia pesan bijak si nenek

"Akan ada banyak orang yang baik padamu, tapi akan ada jauh lebih banyak orang yang jahat padamu. Dan kamu tak boleh goyah menghadapinya. Sekalipun kamu difitnah, dihina, ataupun dibenci. Karena dunia ini ada bukan untuk menghukumu atau mengujimu, tapi mendidikmu"

MERAH ITU CINTA





Merah semerah merahnya merah 


Merah semerah merahnya darah


Merah semerah merahnya senja


Merah itu CINTA



- MERAH IU CINTA-

BY: FX GUNAWAN

KAMU



KAMU
Kamu.. iya kamu!
Kamu si sudut pandang kedua
Kamu yang tak pernah disebut namanya
Kamu yang sedang membaca ini…
Kamu yang duduk dengan ponsel sentuhmu
Kamu yang tak peduli dengan sekitar
Kamu yang apatis
Kamu yang tak merasa simpati
Kamu yang tak punya empati
Kamu yang tak bergeming
Kamu yang terus diam
Kamu yang menutup diri
Kamu yang tak elastis
Kamu yang tak fleksible
Apakah kamu mengerti?
Apakah kamu sadar?
Atau apakah kamu akan terus seperti ini?
Kamu…
Iya…
Kamu….
Kamu…
Bukan dia..
Bukan aku…
Bukan mereka…
Hanya kamu
Kamu





Jumat, 27 September 2013

CERPEN: SECRET ADMIRER

Hanya bisa melihat angin yang mengibas rambut acaknya, aku hanya bisa memandangnya dari kejauhan, dari tempat yang tak mungkin ia tahu bahwa aku sedang menatapnya dalam, membayangkanya dalam isi otak ini, isi yang tak akan pernah diketahui  siapapun, karena mungkin akan bertahun tahun bagi seseorang bisa menemukan alat scanner otak. Jadi aku hanya bisa menyimpan gambar tentang sosok yang kini singgah di hati ini. Seseorang yang telah lama mengisi kekosongan relung hati ini. Relung sepi tanpa seorang dambaan hati. Entah memang nasibku yang selalu naas, ataukah memang telah digariskan oleh Tuhan, haruskah aku hidup dalam kedustaan, aku tak bisa mengungkapkan  apa yang aku rasakan saat ini. Mulut ini terasa kelu apabila ingin mengakuinya,  tercekat seolah menelan biji kedondong sebesar ibu jari. Dan aku merasakan sakit yang luar biasa hebat saat melihat ia bersama orang lain. Perasaan ini terus berkecamuk didalam hati ini. Perasaan yang harusnya aku kubur dalam. Aku pendam. Tapi, perasaan ini terus merangkak mengoyak hati seolah ingin keluar. Jika diibaratkan layaknya tangan yang berusaha keluar dari sebuah pusara. Tapi tidak ada daya buatku. Tidak ada keberanian buatku. Semuanya harus aku sembunyikan, meski ini akan sangat sakit buatku. Tapi akan lebih sakit jika ia tahu tentang perasaan ini.
Entah sampai kapan perasaan ini akan bertahan, terus berparasit dalam hati. Aku juga tak tahu. Kata orang cinta tak harus memiliki. Tapi aku ingin memilikinya. Aku ingin sangat egois menyayanginya. Mencintainya setulus hati, tanpa adannya rasa malu yang terus kusimpan dalam lubuk ini. Dan yang kulakukan saat ini adalah dengan terus melihatnya, memandangnya, menemuinya, mengobrol dengannya, ataupun mencari-cari luang dimana aku bisa terus melihatnya. Setidaknya, aku merasa senang hanya dengan menjadi pengagum rahasianya.
Meskipun kadang rasa sakit menyerang dan membelenggu hingga ulu hati. Aku tahu ini sangat perih, batinku berteriak menjerit hebat, membuat hati ini begitu rapuh, rapuh terluluh-lantahkan, layaknya debur ombak yang datang menyerbu istana pasir.
            Garis wajah yang indah, aku tak pernah lupa dengan detail wajah itu, wajah yang selama ini aku kagumi, aku simpan memori itu di dalam hati dan pikiran ini. Wajah yang begitu mendamaikan hati, begitu menenangkan hati. Telah lama berada di ruang spesial bernama hati. Dan sampai detik ini, perasaan ini tidak berubah, tidak kutepis  bahwa aku tertarik padanya, bahwa aku menyukainya, perasaan yang tidak biasa. Perasaan berdesir saat memandangnya, perasaan yang seolah membuat perasaan ini serasa melayang, terbang dengan damai. Dia layaknya senja yang romantis yang mampu mendamaikan hati ini, menyejukan perasaan ini. Aku tak tahu akan sampai kapan aku menyimpan perasaan ini. Aku tak mampu untuk mengatakan “aku suka kamu” kepadanya, ini terdengar klise, aneh buatku. Aku tidak gengsi untuk ini. Tapi, jujur saja aku takut mengatakannya. Kenapa? Pikiran-pikiran buruk yang selalu mengganggu benak ini selalu membuatku khawatir, membuatku cemas. Ku takut, kalau saja aku bilang suka, dan dia tidak punya  perasaan yang sama kepadaku, aku takut aku harus menelan ludah ini. Aku takut tidak bisa melihatnya lagi, aku takut dia menjauh, aku takut aku tak bisa berbicara lagi dengannya. Aku takut dengan semua resiko itu. Aku takut!
            “Hei!”
            Seseorang menepuk pundakku. Seketika aku tersadar dari lamunanku. Aku berbalik segera melepas headseat yang terpasang dikupingku. Suara yang kudengar tidak asing dan terdengar begitu lembut. Belum sempat aku menatap wajah si penepuk pundak, aku sedang berusaha memutar otak mencari-cari memori tentang suara yang barusan aku dengar.  Suara itu? Begitu familir. Tak ingin aku terburu-buru menatap si penepuk pundak. Bagai petir tanpa hujan menyambarku dengan hebat. Aku ingat, suara siapa ini!
            Aku segera menatap si penepuk pundak.
            Barharap ada mesin penghenti waktu. Berharap menggenggam remote waktu sehingga dengan sesuka hati aku bisa ‘mem-pause’ scene selama mungkin aku mau, untuk menikmati wajah makhluk Tuhan dihadapanku. Tiba-tiba napasku seolah tercekat. Kurasakan sesak dan nyeri di bagian perut yang tak bisa ku jelaskan nyeri apa itu?
            ‘Tuhan, aku tak ingin mati disini!’ lirihku dalam benak ini. Perasaan ini menjadi Random. Tak ku kira bakal secomplicated ini. Aku benar-benar sedang berdiri dihadapan sosok yang selama ini menghias indah anganku, sosok yang kuharapkan bisa menghabiskan sepanjang waktuku bersamanya. Iya! Dia. Dia. Herlan!
            Dia tersenyum tipis lalu mengembangkan senyumnya begitu lebar hingga gigi putih yang berderet rapi terlihat. Begitu manis. Aku melayang! Dan benar benar membuatku lemas.
            “Hei!”
            Aku masih terdiam tak percaya aku disapa olehnya. Sadarkan aku kalau ini mimpi Tuhan!
            Saat itu aku hanya terus melongo tanpa membalas sedikit pun sapaannya.
            “Are you ok?” Tanyanya sambil menjentikan jari didepan wajahku.
            Aku masih tak percaya. Dan aku berusaha untuk tetap ‘calm’ dan menahan rasa gugup ini sedemikian rupa. Aku pun berusaha menjawab,
            “Emm, it’s Ok, Everything is fine!” hanya kata tersebut yang mampu keluar dari mulutku. Aku sadar tak ada orang disekitarku, suasana begitu sepi,kemana semua orang? Tapi ini kesempatan langka yang sangat aku harapkan bisa berdua bersama orang yang aku kagumi. Tapi ada sesuatu yang mengganjal, aku yang tengah bersandar di depan kelas sedari tadi, tak melihat siswa yang bercengkrama dikelas ataupun berjalan di sekitar lapangan. Sungguh aneh. Tapi aku berusaha tak peduli, yang kupikirkan sekarang adalah sosok didepan mataku saat ini. Sosok yang begitu tampan hadir dengan live tepat didepan mataku.
            “Adelin!” panggilnya lirih kepadaku.
            Kulihat matanya begitu sayu, bibirnya yang tipis berwarna pink seolah akan terbuka, ingin melanjutkan kata-kata yang ia ingin ucapkan.
            “Her..Laan!” Ucapku terbata menahan gugup.
            Herlan menarik napas panjang, membuat dada dan bahunya terangkat. Lalu menghembuskannya perlahan.
            “ Entah harus memulai pembicaraan ini darimana? Aku tak bisa menahan perasaan ini berlarut-larut hingga menumpuk menjadi jamur di dalam hatiku, satu hal yang ingin aku katakan, aku menyukaimu.”
            “Dor!”  ibarat seorang menarik senapan kearahku. Aku hanya terdiam, terpaku, tak percaya dengan kata-kata yang ia ucapkan. Mustahil! Aku berusaha tetap kukuh, nyatanya hatiku benar benar melting. Aku ingin lari dan melompat didepan kereta yang melaju kencang diatas rel.
            “Adelin, maaf sebelumnya. Aku tak ingin membuatmu shock! Tapi sungguh aku telah lama memendam tumpukan perasaan ini kepadamu. Entah akan ada jawaban apa dari mulut mungilmu, tapi aku percaya, kau gadis yang bijak. Aku akan sanggup mendengar jawabanmu.
            Aku tak percaya, rasanya ingin sekali aku menangis, ingin sekali aku menjerit. Entah aku harus bahagia atau bersedih. Tapi aku benar-benar tak menyangka dengan hal mustahil ini. Akhirnya tongkang hati ini bisa dilabuhkan tanpa harus menurunkun jangkar terlebih dahulu.
            Mataku mengaca, dan tak bisa ku tahan lagi, air mata menetes, berlinang membasahi pipi ini. Tanpa aku tunda lagi aku akan merespon dan mengatakan ‘iya’ dengan lantang kepadanya.
            Aku menangis bahagia.
            “Herlan!” lirihku.
            Ia mendengarkan dengan seksama.
            “Terimakasih! Setidaknya aku tak harus mengucapkan terlebih dahulu kepadamu. Sejujurnya aku juga menyuka…” Belum sempat aku menuntaskan kalimatku, sosok di hadapanku tiba-tiba berubah menjadi serpihan terang yang kemudian berubah menjadi molekul-molekul yang lambat-laun menghilang dari hadapanku. Ia menyisakan seulas senyum tipis kemudian ia benar-benar lenyap dari hadapanku.
            Ini semua hanya khayalan. Aku menangis. Air mata semakin membanjiri. Ini cuma imajinasiku. Aku terlalu berharap semuanya nyata.
            Aku terlalu banyak mengkhayal. Padahal tidak terjadi apa-apa. Aku hanya berhalusinasi.
            “Hei!” seorang menepuk pundakku. Aku berusaha tak memperdulikannya. Yang aku lakukan hanyalah aku buru-buru menghapus air mataku.
            “Are you ok!” tanyanya sopan kepadaku. Suaranya tak asing, seperti suara Herlan. Tapi kali ini aku benar-benar tak peduli dan tak ingin memandang sosok didepanku.
            “Tidak usah memperdulikanku.” Jawabku ketus menunduk menyembunyikan tangisku.
            “Tidak baik seorang gadis berkata demikian kepada seorang yang menanyainya baik-baik.” Responnya halus kepadaku.
            “Tidak usah mengajariku. Aku baik baik saja.”
            Sosok itu menarik napasnya dalam, tangan kananya meraih saku celana dan mengeluarkan kain berwarna biru dan memberikannya kepadaku.
            “Sepertimya kamu membutuhkan ini!” Dia memberikannku sebuah sapu tangan berwarna biru bergaris kepadaku.
            Aku masih berusaha tak peduli dengan perhatiannya.
            “Jangan takut, aku sama sekali belum pernah menggunankannya. Jadi jangan khawatir kamu tertular penyakit dariku!
            Aku berusaha menahan tangis. Belum pernah ada pria yang memperlakukanku sebaik ini. Aku pun makin terharu dan refleks meraih sapu tangan itu dari tangan kanannya.
            “Terima-kasih” isakku dalam tangis.
            Sosok itupun akhirnya berbalik dan menjauh dariku. Ada perasaan ingin tahu, siapakah orang itu? Akupun mendongak dan melihat sosok yang hampir kabur dan samar oleh air mataku. Kemudian aku berusaha menyeka air mata yang menghalangi pandangannku. Sosok itupun pergi, dan menghilang. Aku terlalu jahat kepadanya. Dan setelah sosok itu pergi aku terus menggengam sapu tangan itu dengan perasaan bersalah kepadanya. Tak sengaja aku meraba sebuah bordir jahitan yang bertuliskan nama si pemilik sapu tangan. Dan aku terperangah kaget penuh penyesalan.

HERLAN